Makmur Pangan

Mencari Toko Beras di Kota Tangerang? Hubungi Kami!, Jual Beras di Tangerang - jual beras di Tangerang murah Jual Aneka Beras Organik, Non Organik IR64, IR42, Ketan Putih & Hitam di Kota Tangerang

Mencari Toko Beras di Kota Tangerang? Hubungi Kami!, Jual Beras di Tangerang - jual beras di Tangerang murah

Beras putih IR64, Beras IR42, Pandan Wangi, Beras Organik, Beras Merah Organik, Beras Coklat Organik, Beras Hitam Organik, Ketan Putih, Ketan Hitam

Kemendag Resmi Terbitkan Aturan Label Kemasan Beras

 

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan resmi menerbitkan aturan yang mewajibkan pelaku usaha perberasan untuk membubuhkan label pada kemasan beras secara merata; baik untuk kualitas medium, premium, maupun jenis khusus.

 Ketetapan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 59 Tahun 2018 tentang Kewajiban Pencantuman Label Kemasan Beras, yang diundangkan pada 25 Mei 2018 dan berlaku dalam 3 bulan setelah tanggal diundangkan. Artinya, hanya tersisa sekitar 2 bulan lagi bagi pengusaha perberasan untuk mengimplementasikan aturan itu.

 Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti menjelaskan, beleid itu dimaksudkan untuk melindungi konsumen dalam mengonsumsi beras yang aman dan diketahui asalnya.

“Kami [telah] melakukan sosialisasi [kepada pengusaha beras],” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (20/6/2018). Dia mengungkapkan, pemerintah akan memberikan sanksi penarikan dari pasar bagi beras yang kemasannya tidak mencantumkan label yang telah terdaftar.

 Dalam permendag baru tersebut, disebutkan bahwa pengemas dan importir beras wajib memuat keterangan pada kemasan paling sedikit mengenai merek, jenis beras berupa premium, medium, maupun khusus, termasuk presentase butir patah, serta derajat sosoh beras.

 Tidak hanya itu, keterangan campuran dalam beras dengan varietas beras lain, berat isi bersih (netto) dalam satuan kilogram atau gram, serta tanggal pengemasan hingga nama serta alamat pengemasan beras atau importir beras juga wajib dicantumkan pada label.

Aturan itu memberikan perkecualian terhadap beras yang diperdagangkan dan dikemas secara langsung di hadapan konsumen. Kendati demikian, permendag itu tidak mengatur spesifik soal pelabelan beras yang didistribusikan ke pasar tradisional.

 Terkait dengan sanksi, Tjahya menjelaskan penarikan beras dari peredaran akibat tidak mencantumkan label yang ditentukan akan dilakukan sendiri oleh pelaku usaha atas perintah Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga atas nama Menteri Perdagangan. 

Adapun, biaya penarikan akan dibebankan kepada pelaku usaha. Jika regulasi tersebut tidak diindahkan, otoritas perdagangan bakal mengenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha oleh instansi penerbit izin.

Kementan siapkan SNI wajib produk beras

 

BOGOR, kabarbisnis.com: Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) tengah menyiapkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk penjualan beras. Dengan instrumen ini, selain untuk meningkatkan daya saing usaha produk juga melindungi perlindungan konsumen.
“Selama ini pencantuman label Standarisasi Nasional Indonesia pada beras kemasan masih bersifat sukarela. Arahnya kita ingin diwajibkan. Bukan hanya untuk beras lokal tapi juga beras impor, “ujar Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi dalam Rapat Kerja BKP di Bogor kemarin
Standar mutu beras Indonesia dituangkan dengan label SNI 6128:2015 . Namun dengan deregulasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 31/2017 tentang Kelas Mutu Beras dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) maka ketentuan SNI yang berlaku akan dihamonisasikan bersama Badan Standar Nasional (BSN). ”Kita ingin, tahun ini juga harus diselesaikan (perumusan SNI wajib beras red),” ujar Agung.
Sesditjen BKP Mulyadi Hediawan menuturkan standar akan didasarkan Kelas Mutu Beras terdiri atas beras premium dan medium. Misalnya, untuk harga di Jawa, Sumatera Selatan dan Sulawesi ditetapkan sesuai HET Rp 9.450 per kilogram (kg) untuk beras medium dan dan Rp 12.800 per kg untuk premium.
Dalam Permentan, Kelas Mutu Beras dibedakan antara beras medium dan premium adalah pada butir patah maksimal yakni masing masing 15% dan 25%. Untuk derajat sosoh dan kadar air diantara kedua beras tersebut tidak ada perbedaan yakni masing masing 95% dan 14%. ”Jangan seperti membeli kucing dalam karung, beras yang beredar harus memenuhi persyaratan keamanan pangan,” terang Mulyadi.
 
 

 

Adapun untuk beras khusus dikecualikan dalam ketentuan HET. Beras khusus yang dimaksud adalah beras ketan, beras merah serta beras khusus dalam persyaratan untuk kesehatan.Maka, dalam kemasan produk tersebut, beras jenis ini harus terdaftar dalam Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Untuk beras organik,selain disertifikasi lembaga yang sudah terakreditasi juga memiliki indikasi geografis dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Prinsipnya, varietas tersebut sudah mendapat sertifikasi dari Kemnterian Pertanian.

 

Deputi Bidang Standar dan Akreditasi BSN Kukuh,SA mengatakan pihaknya sudah menerima usulan dari revisi SNI dari Kementan. Namun Kukuh mengingatkan penyusunan revisi SNI sepatutnya disusun berdasarkan sejumlah norma dan sudah memperoleh kata sepakat baik dari pemerintah, industri maupun pakar serta pakar.”Tanpa persetujuan dari satu wakil, SNI tidak dapat diterapkan,” kata Kukuh.
Meski begitu, Kukuh mengatakan penyusunan SNI wajib dapat dirumuskan melalui metode fast track dengan pertimbangan mendesak keamanan pangan. Kukuh menambahkan Indonesia memiliki tata cara penyusunan SNI wajib yang diadopsi dari dokumen WTO.

 

Sebelum hal itu direalisasikan, sebaiknya dibutuhkan kajian berkaitan kesiapan baik produsen maupun konsumen serta kesiapan sarana serta prasarana . Kukuh mencontohkan ketika penyesuaian SNI produk tepung terigu, ternyata laboratorium untuk melakukan pemeriksaan belum siap. “Sehingga terjadi penumpukan di Pelabuhan karena impotir harus mengantri untuk diperiksa barangnya,” terangnya.
Kukuh juga mengingatkan apabila SNI wajib atas beras akan diberlakukan maka memberi konsekuensi maka Indonesia harus meratifikasinya di WTO. Kementan dan Kemendag wajib melakuakkan notifikasi di forum WTO apabila dinilai menghambat perdagangan .

 

Catatan BSN menyebutkan hingga pertengahan 2107, terdapat enam perusahaan telah mengantongi SNI beras antara lain PT Sukses Abadi Karya Inti, PT Jatisari Sri Rejeki. Selain itu PT Buyung Poetra Sembada, PB Sindang Asih, UD Hamdan, dan PT Indo Beras Unggul.
Untuk syarat umum yang harus dipenuhi sebagai beras medium dan premium antara lain bebas hama dan penyakit, bebas bau apek dan bau asing lainnya, bebas dari campuran dedak dan bekatul, bebas dari bahan kimia yang membahayakan dan merugikan konsumen.

 

 

 

https://ecs7.tokopedia.net/img/cache/700/product-1/2017/10/18/194141575/194141575_86a2a5e6-5c03-46c7-acc8-fe86cedd668f_874_1240

 

Toko Makmur Pangan Menjual Beras SiP 5 Kg, 10 Kg, 20 Kg & 50 Kg. Hubungi Toko Makmur Pangan: 0215523613.

 

Halo Sahabat Pertani! Masih ingat kan dengan Beras Cap Delman? Beras premium ini merupakan beras yang terjamin kualitasnya karena tanpa pemutih, tanpa pengawet, dan tanpa pewangi sangat cocok menjadi pilihan Sahabat Pertani semua. Jadi, sudah sedia Beras Cap Delman di rumah?

Toko Makmur Pangan Menjual Beras Cap Delman 5 Kg, Hubungi kami: 0215523613.

 

 

 

Beras Sumo
Premium Rice

  • Beras Sumo Kualitas Beras PREMIUM
  • Kemasan Merah Patahan Maks 5%
  • Tekstur Pulen, lembut seperti nasi sushi (bisa di sumpit)
  • One For all (bisa segala jenis masakan)
  • Kemasan Kuning Patahan Maks 15%
  • Tekstur Pulen sedang


home-sumo

 

BERAS SACHET BELUM DIKENAL BULOG GENCAR SOSIALISASI

 

image_title

VIVA – Masih minimnya minat dan pengetahuan masyarakat terkait dengan adanya beras sachet atau kemasan membuat, pihak Perum Bulog Sub Divisi Regional Tangerang melakukan sosialisasi dengan mengadakan Operasi Pasar (OP).

Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan pihak PD Pasar Kota Tangerang dilakukan di Pasar Lingkungan Kelurahan Cibodas Baru, Tangerang.

 

Abang ATA Sedang Santai

Foto Makmur Pangan.